Family oriented – Mindset Perempuan

“The greatest act of love is to bring each other closer to Allah”

“Pernikahan itu indah jika kamu menemukan pasangan yang tepat, jika tidak.. kamu akan merasa selalu di situasi seperti Covid – 19.
..”Setiap hari kasus baru!”

  • Mella Noviani

    Jangan banyak pikiran ! Karena pikiran dan stress itu penyumbang terbesar timbulnya segala macam penyakit. Tapi gimana ga mikir namanya manusia hidup, kalimat ini pasti sering kamu dengar yah.

    Jadi perasaan galau, sedih, senang, marah, stress, kesal, memaki, menghina, perilaku arogan, sikap sombong, dan sebagainya dalam diri manusia itu adalah ekspresi yang berawal dari sebuah pikiran. Untuk kamu yang sudah menikah, pikiran dan stress yang paling banyak kamu alami pasti ga jauh – jauh urusan pasangan yang kadang sulit mengikuti apa yang kamu harapkan. Sebenarnya kalau kamu bisa menjaga pikiran dan hati kamu di rule yang positif, kamu akan menemukan makna yang dalam, kamu bisa lebih konstruktif dalam bertindak, mampu diam dan merenungi serta mencerna masalah yang ada dihari – hari kamu. Dan kamu akan mendapatkan hikmah yang dalam dibanding kamu banyak bicara, komplain atau mengasihani diri sendiri. Memang semua itu tidak mudah untuk dilakukan, karena menyangkut urusan perasaan dan hormon yang swing – swing.

    “Jaga pikiran, jaga hati, karena darisanalah terpancar kehidupanmu”

    Ok, semua itu manusiawi, kamu tidak salah menunjukan ekspresi itu tapi tahukah kamu bahwa bahayanya untuk diri kamu sendiri. Jadi kalau kamu yang mendapatkan kerugiannya lebih baik kamu pikirkan bagaimana kamu bisa menjaga pikiran kamu, supaya kamu dapat bertindak dengan emosi yang lebih stabil. Jangan biarkan emosi negatif menguasai diri kamu supaya kamu lebih sehat dan mendapatkan kehidupan yang lebih positif. Kehidupan yang positif dapat mempengaruhi pasangan kamu jadi positif dan orang lain disekitar kamu lebih baik juga serta kamu dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan damai.

    Berdamai dan bersahabatlah dengan ujian hidup, masalah, kendala, dan segala hal yang tidak nyaman serta serba mendadak dalam keseharian kamu. Kamu akan mendapatkan hikmah yang indah setiap harinya kalau kamu mau melakukan semua itu. Belajar untuk lebih banyak diam saat keadaan terasa tidak nyaman, karena saat kamu diam kamu bisa mendengar apa yang tidak bisa kamu dengar sekalipun.

    Pertanyaannya gimana kalau pasangan ga sesuai harapan kita setiap harinya ? Sudah terlalu lelah berharap ! ngomong baik – baik sudah, sambil berantem sudah, silent treatment sudah, tapi tetap saja rasanya pasangan saya tidak sesuai yang saya harapkan !

    Ini kuncinya, untuk membuat pasangan mau melakukan apa yang kamu suka dan inginkan, sebenarnya kamu tidak perlu berusaha keras untuk menasehati atau meminta kepada pasangan. Kamu cukup memiliki sikap rendah hati dan punya kebiasaan baik setiap harinya maka kamu akan menjadi contoh yang baik untuk pasangan kamu. Perumpamaannya adalah saat kamu bertemu dengan orang yang mungkin tidak kamu kenal dan kamu melempar senyum kepada orang tersebut, maka orang tersebut akan juga memberikan senyum kepada kamu.

    Cara ini sangat efektif kamu lakukan untuk membuat pasangan kamu mau melakukan apa yang kamu mau. Caranya adalah dimulai dari kamu yang melakukannya terlebih dahulu, dengan kamu melakukannya terlebih dahulu maka kamu bisa menjadi role model atau contoh untuk pasangan kamu dan orang disekitar kamu bahkan keluarga besar kamu.

    Sikap rendah hati dan kebiasaan baik ini salah satunya adalah memiliki kemampuan untuk menggunakan 3 magic words yaitu kata maaf, tolong, dan terimakasih dalam keseharian kamu dengan pasangan. Walau keadaan belum terjadi sekalipun kamu sudah mau dan mampu untuk memberikan pujian tulus pada hal – hal kecil yang pasangan lakukan. Apresiasi dan pujian yang tulus seperti kata terimakasih akan membuat pasangan kamu mau melakukannya lagi walau tanpa kamu minta.

    Kamu tidak akan mengenal ego saat mampu mengucap terimakasih, bertemu dengan bijaksana saat kamu mengatakan maaf dan kharisma terpancar saat kamu mengatakan tolong. – Mella Noviani –

    Contoh kalimat – kalimat yang bisa membuat pasangan kamu sangat merasa dihargai, walau kalimat itu adalah sebuah kritik untuknya, tapi yang kamu lontarkan adalah kritik yang bukan destruktif melainkan kritik yang konstruktif atau kritik yang membangun, seperti :

    • Saya minta maaf yah, tadi saya salah dan buat kamu tersinggung, saya akan perbaiki. Dan saya minta tolong juga yah, next time saya minta bantuan kamu yah untuk tidak seperti tadi, kamu bisa bicara dengan saya berdua dikamar saja jadi tidak didepan orang banyak atau anak – anak.
    • Terimakasih sayang, kamu sudah selalu tidak patah semangat, kerja keras, walau belum ada yang berhasil tapi kamu harus percaya yah semua yang kamu kerjakan tidak akan ada yang sia – sia, dan terimaksih juga sudah sempatkan telp saya setiap hari disela – sela kesibukan kamu.
    • Terimakasih kamu sudah selalu peduli pada saya dan keluarga besar kita, terimakasih untuk liburan minggu ini, saya sangat menghargai waktu yang sudah kamu siapkan.
    • Terimakasih tadi sudah ajak anak – anak jalan dan mengajarkan mereka nilai – nilai kehidupan. Saya sangat menghargai waktu kamu walau kamu lagi deadline kerjaan tapi kamu sudah siapkan waktu untuk anak – anak dan saya hari ini.
    • Terimakasih yah kamu sudah aware sama kesehatan kamu sendiri. Walau saya tidak sama kamu tapi kamu tidak lupa untuk menjaga kesehatan dan memilih makanan yang seimbang.
    • Boleh minta tolong ga, kalau ada lawan jenis yang chat kamu sebatas saja yah menjawabnya, karena saya mau orang lain menghargai kamu sebagai pasangan saya. Kalau kamu lakukan saya sangat berterimakasih dan saya minta maaf saya harus katakan ini yah sebagai pasangan kamu.
    • Terimakasih untuk hari ini yah, kamu sudah bantu saya berbagi tugas untuk melakukan pekerjaan rumah, jadi anak – anak saya bisa handle dengan maksimal. Besok saya buatin nasi goreng yang kamu suka yah, smile ❤️

    Apapun yang pasangan berikan pada kamu, jangan anggap memang itu sudah seharusnya dilakukan, tapi hargailah seakan – akan itu bukan seharusnya dilakukan untuk kamu, maka kamu akan menghargainya dan pasangan merasa dibutuhkan dan dicintai”

  • Mella Noviani

    Tidak ada pasangan yang akan bisa cocok, yang ada adalah pasangan yang bisa selaras atau menyelaraskan. Bagaimana kamu bisa berlatih untuk menyelaraskan antara banyak perbedaan dan sedikit persamaan dengan pasangan.

    Dalam pernikahan tidak sedikit pasangan yang masih bingung bagaimana caranya membuat hubungan jadi selaras, akhirnya masih banyak kebingungan dan konflik yang terjadi dikarenakan sulit menyelaraskan prinsip dan kebutuhan masing – masing.

    Ada pasangan yang tipenya sangat tegas, santai, bawel, posesif, sensitive, drama banget, atau perhitungan dsb. Masing – masing pasangan merasa di gashlighting, merasa diperlakukan tidak adil, masing – masing merasa tidak dihargai dan masing – masing juga bisa jadi playing victim. Akhirnya kamu dan pasangan jadi lebih banyak menghakimi atau judgment dan hubungan jadi sangat tidak sehat dan chaos.

    Banyak yang bertahan dalam pernikahan katakan saja bisa bertahan sampai pernikahan perak yaitu 25 tahun. Tapi selama itu banyak dari mereka tidak merasakan hubungan yang sehat, mereka hanya punya hubungan yang bertahan. Bertahan dengan banyak alasan, anak – anak, orang tua, keluarga besar, status bisnis, lingkungan karena takut malu dan sebagainya.

    Ada 3 cara supaya kamu bisa menuju hubungan yang sehat dan  selaras sama pasangan : 

    Yang pertama adalah : Temukan tipe kepribadian kamu terlebih dahulu, kemudian temukan type kepribadian pasangan kamu, pelajari apa kekuatan dan tantangannya masing – masing sehingga kamu dan pasangan bisa menyelaraskan, apakah dari masing – masing memiliki tipe koleris, plegmatis, melankolis atau sanguin dimana cara menghadapi masing – masing tipe ini adalah berbeda.

    Kedua, Kamu harus temukan Bahasa kasih kamu sendiri dan kemudian temukan Bahasa kasih pasanganmu, agar dapat saling memahami kebutuhan masing – masing pasangan dan bagaimana mengungkapkan kasih sayang dengan benar.

    Ketiga atau terakhir, kalau dua point tadi kamu udah pelajari dan pahami, kamu akan lebih mudah untuk menjalankan prinsip 4M yaitu MEMAHAMI, MENERIMA, MENGHORMATI dan akhirnya bisa MENGHARGAI. 

    Ciri – ciri pasangan yang selaras adalah :

    1. Memiliki komunikasi yang efektif dan saling memahami kebutuhan dan perasaan masing-masing serta tidak menghakimi dan tidak saling menuntut.
    2. Memiliki sikap saling terbuka dan jujur tanpa tekanan atau tanpa rasa takut karena tidak saling menghakimi, sehingga dapat membangun kepercayaan dan kesetiaan.
    3. Memiliki keseimbangan emosi serta dapat mengelola emosi dengan baik dan tidak membiarkan emosi negatif menguasai hubungan mereka.
    4. Memiliki rasa untuk mendukung dan pengertian, saling mendukung dan memahami kebutuhan dan keinginan masing-masing.
    5. Menghargai keterlibatan dan komitmen selalu bersama dalam diskusi segala hal dan berkomitmen untuk membuatnya berhasil.
    6. Menghargai keseimbangan dalam hubungan antara kebebasan dan ketergantungan dalam hubungan mereka.

    Pasangan yang selaras cenderung lebih bahagia dan selalu merasa puas dalam hubungannya, percaya diri dan jauh dari perasaan selalu curiga, dapat memecahkan masalah bersama – sama dengan baik dan jauh dari konflik serta dapat membangun hubungan yang lebih kuat, bahagia, dan langgeng.

  • Banyak anak – anak remaja yang terpuruk dan menyatakan bahwa ia adalah anak “broken home”, yang diakibatkan dari perceraian orang tuanya. Menurut saya sebenarnya frasa broken home hanyalah sebuah gaya bahasa atau majas metafora yang memberikan ungkapan pada anak – anak yang orang tuanya bercerai. Frasa ini hanya untuk membuat kalimat menjadi keren tapi sangat negatif, tidak semua anak gagal dan rusak dikarenakan orang tuanya bercerai. Tergantung dari mindset yang dipilih oleh anak dan cinta yang diberikan dari ayah atau ibunya walaupun mereka bercerai. Asalkan pasangan suami dan istri yang telah bercerai tidak saling menghambat pertemuan dan mendidik serta dapat berkomunikasi antara orang tua dan anak – anaknya.

    Banyak contoh tokoh – tokoh besar memulai hidupnya dari keadaan tidak memiliki sosok Ayah (fatherless) atau sosok ibu (motherless) atau dikenal dengan orang tua yang tidak utuh, tetapi mereka berhasil dan membuktikannya pada Dunia bahwa broken home bukanlah label anak akibat perceraian.

    “Broken home bukan rumah dengan satu orang tua, broken home adalah rumah yang tidak memiliki cinta”.

    Sejak usia saya 26 tahun saya sudah menjadi seorang single mom dengan satu anak laki – laki yang sangat sempurna menurut saya dan saya sangat bersyukur sebagai ibu yang melahirkannya. Saya ditinggalkan oleh suami saya begitu saja untuk sebuah pilihan yang ia pilih tanpa kata – kata dan hanya selembar kertas yang menyatakan “pisah” saat anak kami berusia 1.5 tahun. Tidak ada yang ditinggalkan sebagai tanggung jawab kepada anak kami ini walau hanya satu koin uangpun atau benda sebagai bentuk harta yang dapat dijual. Buat saya itu tidak masalah tapi itu menjadi masalah dia dengan Allah. Dengan keadaan yang zero saat itu, saya bertekad untuk belajar berdamai dengan masalah yang saya hadapi dan tidak ingin meributkan tentang harta, uang atau tuntutan apapun karena saya sangat percaya dengan kebesaran Allah dan kemampuan saya untuk bekerja menghidupi anak yang ia tinggalkan.

    Komitment saya adalah meninggalkan kesenangan saya pribadi dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan serta menjadi seorang ibu yang benar bukan hanya baik dan sekaligus menjadi bapak untuk anak laki – laki saya ini. Dalam perjalanan kehidupan yang saya jalani ternyata itu tidak mudah. Karena rekaman di otak saya sejak kecil yang saya lihat dalam lingkungan keluarga adalah kekerasan dan abuse mental tapi saya menyadari bahwa saya harus memprogram otak saya (reset) menjadi sebaliknya buat anak saya yaitu “kasih, kebijaksanaan, pengertian dan kelemah lembutan.”

    Nature nya seorang perempuan membutuhkan perlindungan, tanggung jawab, dan dipimpin oleh laki – laki sebagai suaminya, kenyataannya hidup yang saya hadapi adalah harus melakukan sebaliknya sebagai single mom menjadi seorang ibu dan bapak untuk anak saya selama kurang lebih 20 tahun. Saya terus berlatih untuk memimpin diri saya sendiri sebelum saya memimpin anak saya. Saya berusaha semaksimal mungkin dengan cara nurture diri saya dengan pendidikan yang saya ambil melalui seminar tentang kepribadian, seminar tentang cara mendidik anak, membaca buku – buku psikologi, mendengarkan cerita teman – teman yang juga melewati nasib yang sama seperti saya untuk saya pahami, cerna dan pelajari.

    Selain bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan anak, sayapun harus bekerja keras mengubah diri saya dari mulai perilaku, sikap sampai mindset saya agar saya dapat menabrak trauma dan ketakutan saya dengan frasa “broken home”, karena saya mau anak saya tidak ada dalam list anak anak yang melabelkan dirinya broken home.

    Saya sangat memaknai sebuah kisah dua anak remaja kakak beradik yang masa kecil hingga remaja selalu melihat kekerasan dalam keluarganya, perkataan ayahnya selalu abuse mental kepada mereka, ayahnya sering memukuli ibunya, konflik selalu terjadi sampai akhirnya ayah dan ibunya bercerai. Ibunya memutuskan untuk bekerja keras agar bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari kedua anak remajanya. Karena lelah dan stress berkepanjangan ibunya terkena strook dan kakak beradik ini menghadapi kekecewaan karena mereka tidak bisa meneruskan kuliah ke universitas yang mereka impikan.

    Si kakak mulai memiliki perilaku jarang ada dirumah, selalu menyendiri, dan tidak pernah mau diajak makan bersama lagi dirumah. Sampai akhirnya polisi mendatangi rumah mereka dan menangkap si kakak karena tersangkut kasus narkoba.

    Sementara si adik tetap pada mimpinya yaitu ingin masuk ke universitas, ia bertekad tidak akan memiliki keluarga atau menjadi seperti ayahnya, ia sering belajar tentang psikologi, Pengembangan karakter, komunikasi, tentang keluarga dengan hubungan yang sehat, dan ia mencoba beberapa usaha dengan berjualan online agar mendapatkan income dan tetap bisa kuliah sampai lulus.

    Maka si kakak hidup dalam penjara, sementara si adik aktif dalam keseharian positifnya sampai lulus kuliah dan bekerja serta memiliki keluarga yang harmonis. Saat ditanya mengapa kalian berdua punya keputusan masing – masing. Si kakak menjawab “aku benci ayahku, ini semua karena ayahku, si adik juga menjawab “ya ini semua karena ayahku, aku membenci perlakuan ayah tapi aku tidak membenci dia dan aku tidak harus menjadi seperti dia. Aku putuskan rantai masa lalu keluargaku dan aku bekerja keras untuk membantu diriku sendiri, aku harus tetap kuliah sambil bekerja. Jawaban yang berbeda inilah yang membuat perbedaan hasil akhir hidup dari kakak dan si adik.

    Setiap orang memiliki luka batin, luka masa lalu, traumatis, tapi pola pikir (mindset) kamulah yang menentukan kamu akan jadi apa dan siapa, kesalahan orang lain bukan alasan besar yang menjadikanmu dimasa depan. Pola hidup masa lalu kamu yang menyakiti dan mengecewakan bisa kamu putuskan rantainya sekarang juga, supaya kamu tidak hidup dalam pola yang sama lagi. Semua itu adalah pilihanmu !

    Kamu bisa hidup dengan pola yang kamu pilih sendiri, yang benar dan terbaik untuk versi dirimu.

    Getty image

    Kamu tidak bisa memilih terlahir dari mana, dari keluarga yang kaya atau miskin tapi kamu bisa memilih jalan hidup untuk masa depanmu, agar kamu bisa memenangkan pertandingan dari masa lalumu yang membuatmu kecewa.

    “Jangan lupakan masa lalu yang menyakitkan dan mengecewakan, tapi ingatlah untuk kamu pelajari dan ubah polanya agar kamu mendapatkan kebahagiaan yang sejati”

  • Komunikasi intrapersonal

    Banyak wanita menyesali perbuatannya setelah mendapatkan kekacauan atau kehilangan sampai akhirnya mereka marah dan benci pada orang lain bahkan membenci dirinya sendiri tanpa disadari.

    5 tahun saya melayani di lapas – lapas wanita daerah Jabodetabek membuat saya bertanya kepada para ibu yang ada didalam lapas saat kami bersama punya waktu seminggu sekali melakukan event – event pemberdayaan perempuan dan konseling. Pertanyaan saya adalah mengapa ibu melakukan itu sehingga ada didalam lapas wanita ini ? Paling banyak jawaban adalah “kalau waktu bisa diputar kembali saya tidak akan mau melakukan itu, sekarang saya baru menyadari benar – benar ternyata saya banyak tidak berpikir sebelum bertindak atau berkata – kata”. Padahal masalah saya saat itu sangat kecil, tapi bisa menjadi besar karena saya yang sangat emosional. Saya kehilangan suami, anak – anak dan saya mengendap didalam penjara. Saya sangat emosional karena suami saya di PHK dan belum mendapatkan pekerjaan, sehingga kami sering ribut didepan anak – anak dan menghina suami saya, saya selalu emosional walaupun suami saya sedang berusaha mencari pekerjaan baru. Akhirnya ada seorang teman menawarkan saya untuk menjadi kurir narkoba, dan saya menerima tawaran itu walau suami sudah melarang saya.

    Dalam sebuah komunitas perempuan yang saya ikuti sayapun bertemu seorang ibu yang juga menyadari bahwa ternyata sebenarnya bisa saja tidak terjadi perceraian dirinya dengan suaminya, kalau saat itu ia dapat mengelola emosinya tidak meledak – ledak menghina dan memaki suaminya saat suaminya bersalah. Saya bisa melihat penyesalan yang amat mendalam dari mata ibu ini karena ia mengatakan sebenarnya kalau dipikir – pikir suami saya itu sudah sangat baik, bijakaana dan bertanggung jawab. Saya baru menyadari setelah bercerai bahwa yang lakukan oleh mantan suami saya itu karena keterbatasannya saja sebagai seorang laki – laki.

    Komunikasi intrapersonal adalah proses dimana kita berkomunikasi atau berbicara dengan diri sendiri . Manfaat dari belajar untuk memiliki kemampuan komunikasi intrapersonal ini kita bisa melakukan proses berpikir, merenung, dan memahami diri sendiri dengan cara meningkatkan kesadaran diri (self awareness), evaluasi diri, dan pengembangan diri. Diri kita sendirilah yang menjadi pengirim dan sekaligus penerima pesan dan memberikan umpan balik bagi diri kita sendiri. Sebagai contoh dari komunikasi intrapersonal adalah Jika terjadi masalah, ujian atau cobaan hidup pada diri sendiri tidak menjadikan itu sebagai beban tapi menjadikan itu sebagai pengalaman dan merenungkan pengalaman tersebut dengan tidak mengeluh, mengambil melihat hikmah dan pelajaran apa yang dapat diperoleh. Jika senang menulis dapat menjadikan salah satu aktifitas untuk merefleksikan pikiran dan perasaan.

    Kecerdasan seseorang melakukan komunikasi intrapersonal ini mengeksplorasi seberapa terampil orang itu dalam memahami diri mereka sendiri. Mereka yang unggul dalam kecerdasan ini biasanya bersifat introspektif artinya selalu positif dan introspeksi diri dalam menghadapi masalah dan menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah Pribadi.

    Buat mereka yang sudah merasakan umroh biasanya mereka selalu menulis dikontent media sosialnya “Ya Allah hamba rindu Engkau memanggil hamba kembali lagi ke tanah suci”, tetapi kita sama – sama mikir yuk apakah sebelum balik lagi kita memiliki perubahan hidup ? apakah kita berkomunikasi dengan diri kita sendiri

    • Apa kekurangan saya yang perlu saya perbaiki ?
    • Apa kelebihan diri saya yang perlu saya sumbangkan agar bermanfaat untuk keluarga dan orang banyak.
    • Seperti apa lidah saya pergunakan setiap hari, untuk membangun atau untuk menjatuhkan ?
    • Apakah karakter saya sudah mencerminkan karakter ilahi, Allah yang maha segalanya maha penyayang, pengasih, pengampun tapi apakah saya sebagai manusia sudah menyangi, mengampuni dan semuanya dengan ikhlas ?
    Komunikasi interpersonal

    Komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih yang memiliki hubungan personal dan melibatkan pertukaran informasi, ide – ide, dan perasaan antara individu-individu yang terlibat.

    contohnya saja Percakapan dengan teman – teman tentang kehidupan sehari-hari atau topik yang diminati. Diskusi dengan keluarga tentang masalah keluarga atau rencana masa depan, komunikasi dengan rekan kerja tentang proyek atau tugas yang sedang dikerjakan.

    Manfaat dari memiliki komunikasi Intrapersonal dan interpersonal :

    Manfaat melatih diri untuk memiliki kemampuan komunikasi intrapersonal :

    1. Dapat mengembangkan kesadaran diri dengan mengetahui kekuatan/kelebihan diri, kelemahan/kekurangan diri.

    2. Dapat meningkatkan etika dan kesopanan sebelum bertindak atau melakukan sesuatu.

    3. Dapat mengelola emosi dengan baik dan berpikir sebelum bertindak atau berkata – kata yang akan menyebabkan hati orang lain tersinggung dan tersakiti,

    4. Dapat mengurangi stres dan kecemasan serta dapat mengembangkan strategi coping.

    Manfaat melatih diri untuk memiliki kemampuan komunikasi intrapersonal :

    1. Dapat membantu membangun hubungan yang lebih dekat dan harmonis kepada pasangan atau orang lain.
    2. Dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang kebutuhan dan perasaan orang lain.
    3. Dapat membantu mengurangi konflik dan meningkatkan kerja sama.

    “ Pikiran dalam otak manusia bisa berubah saat melakukan observasi, bukan pada saat ber argumentasi”.

  • Mella Noviani

    Kalau banyak di media seliweran kontent mengatakan “pernikahan itu isinya ngobrol!” Saya setuju kalimat ini, tapi kita pikir ulang deh, bagaimana bisa ngobrol kalau kita ga mau “berkorban nurunin ego ?” Banyak pasangan begitu diajak ngobrol yang ada malah jadi ribut, bahkan belum ngobrol udah tegang dan bawaannya mau ribut seperti udah siap senjata kesalahan – kesalahan apa yang akan dikeluarkan untuk saling membela diri saling menyalahkan. Jadi kalau saya bilang “pernikahan itu isinya adalah BERKORBAN!”. Tiap hari ada aja kita harus berkorban dari hal paling kecil, menengah dan besar.

    Contoh kecil saja berkorban saat konflik terjadi, mau ga berkorban daripada gontok – gontokan atau saling emosional. Salah satu suami atau istri mulai memeluk dan bilang “saya sayang kamu, kita harusnya tidak begini saling menyakiti, saya minta maaf sudah emosional, kita duduk yuk bicarakan kedepannya kita harus perbaiki seperti apa. Dan pasanganpun menjawab ia maafin aku juga yah sambil memeluk, yuk kita duduk bicara tanpa menyalahkan”. Ah begitu indah hidup ini dalam keadaan konflikpun kalau kamu mau berkorban, kamu bisa tetap ngobrol bukannya silent treatment yang akhirnya mematikan hubungan.

    SEKARANG !!! VIRAL pasangan artis yang bercerai dan banyak pembahasan di media sosial yang menimbulkan pro kontra, banyak pertanyaan dari kasus perceraian ini yang salah siapa, apakah yang salah itu pihak perempuan atau pihak laki – laki.

    Saya bukan pengamat artis Indonesia, biasanya saya skip kalau lewat diberanda media sosial saya tentang kisah – kisah artis Indonesia. Tapi kali ini buat saya sangat menarik dan tidak ingin melewatinya, karena banyak beredar bukti rekaman yang menyatakan dimana sang istri melakukan sesuatu hal yaitu menjatuhkan harga diri suaminya dengan menjelekan suami, curhat tentang kekurangan suami, dan sebagainya kepada laki – laki lain sampai terjadinya dugaan perselingkuhan. Tapi banyak dari netizen membela sang istri, nah menarik nih saya sampai akhirnya mencari – cari dari semua jenis sosmed apa saja hasil observasi para netizen tentang berita yang di up mulai dari youtube, instagram, tik tok bahkan masuk ke story IG harian pasangan ini, “istilahnya saya keypo!”

    Banyak yang mengatakan kalau perceraian mereka disebabkan dari salah satunya adalah karena komunikasi yang kurang baik, suami pelit, bahkan dugaan perselingkuhan dengan sahabat suami. Banyak tuduhan dari masing – masing pasangan yang bercerai, apalagi kalau salah satu atau keduanya membuka aib masing – masing, dimana yang dulunya pamer kemesraan berujung dengan pamer aib masing – masing. Ini sangat menyakitkan tidak hanya untuk kedua belah pihak yaitu suami dan istri tapi juga menyakitkan anak – anak dan keluarga besar pastinya, semua menanggung beban pikiran, malu dan trauma.

    Lagi – lagi banyak pandangan memberikan pendapat kepada suami istri yang bercerai bahwa komunikasi mereka kurang baik. Tetapi tahukah apa saja hal mendasar yang perlu di ketahui sebelum berkomunikasi dengan pasangan atau orang lain.

    Sebenarnya ada hal mendasar yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum mempelajari bagaimana berkomunikasi menjadi baik dan efektif. Jika tidak mempelajari hal – hal mendasar ini, perjalanan pernikahanmu seperti Ibarat “menanam padi dilautan”, terombang ambing dan tidak bertumbuh bahkan mati. Itulah gambaran kalau kita salah melakukan step komunikasi dengan pasangan.

    Pengalaman saya banyak mengajarkan ternyata yang perlu kita ketahui sebelum menjalin hubungan dengan pasangan adalah :

    • Pertama adalah mengetahui siapa diri kita atau tipe kepribadian kita dulu (find yourself ) baru kita mencari tahu tipe kepribadian pasangan kita (find himself) dengan cara mengetahui tipe kepribadian yang dimiliki oleh masing – masing apakah kamu dan pasangan memiliki satu diantaranya yaitu plegmatis, melankolis, sanguin, dan koleris.
    • Kedua mengenali satu dari lima bahasa kasih yang ada antara kamu dan calon pasangan. Lima bahasa kasih itu adalah (five love languages) yaitu Words of affirmation, Acts of service, Receiving gifts, Quality time atau Phisical touch agar masing – masing dapat memahami kekurangan, kelebihan tanpa menghakimi (judgement). Dengan memahami semua itu kamu dapat menaklukan pasangan dengan benar sesuai kebutuhan psikologinya.
    • Ketiga mau saling bertanya apakah mau berkomitment untuk berlatih menurunkan ego masing – masing dan memiliki prinsip bahwa perubahan dimulai “dari kita terlebih dahulu” agar masing – masing memiliki sikap yang dewasa (mature) dalam menyelesaikan konflik.
    • Keempat atau terakhir adalah mau berkomitment untuk menghindari curhat atau membicarakan kekurangan pasangan kepada pihak luar apalagi lawan jenis, karena itu sangat mempermalukan pasangan dan diri kamu yang menceritakannya karena akan terlihat tidak dewasa. Jika ingin curhat sekedar melepaskan unek – unek, kamu harus tahu cara menyampaikan dengan benar agar tidak mempermalukan pasangan dan diri kamu sendiri.

    Tanpa mengetahui tipe karakter dan bahasa kasih masing – masing akan sulit berkomunikasi dengan efektif, mengapa saya katakan demikian karena itu sangat mendasar. Bayangkan seseorang yang kehausan dan sekarat membutuhkan air minum tapi dengan niat baik, kita memberikan makanan kepada orang yang sedang kehausan tersebut karena pandangan kita kalau dia makan dia akan kembali pulih dan segar. Tapi justru sebaliknya, orang tersebut tidak nyaman, keselek dan bahkan mati karena tubuhnya membutuhkan air terlebih dahulu bukan makanan.

    ..Tidak perlu mengatakan bahwa..”

    “saya mencintai pasangan saya, tapi lakukanlah dengan tindakan agar pasanganmu merasa dicintai” – Mella Noviani-

  • Mella Noviani

    Dari seorang teman saya menerima undangan untuk menjadi salah satu narasumber untuk program podcast bersama ibu Lucy Willar di icsl studio Jakarta http://www.instagram.com/icsl.studio/ dengan tema Life Journey. Saat saya menanyakan pembahasan life journey seperti apa yang harus saya sampaikan, dengan sedikit tegas tapi dihiasi senyuman beliau mengatakan “santai aja, kita ngobrol and tell about yourself”. Kebetulan saya suka sekali dengan frasa life journey, maka saya siap untuk menceritakan perjalanan hidup, mimpi dan legacy apa yang saya akan tinggalkan untuk dunia ini.

    Perjalanan hidup semua orang tidak akan pernah ada yang sama persis dari awal hingga akhir, oleh sebab itu sangatlah menarik jika kita mendengarkan life journey dari masing – masing orang, dan jika kita mau menjadi pendengar setia tanpa menghakimi kita akan banyak belajar tentang kehidupan. Bagaimana serunya menjalankan kehidupan didunia dimana kita bisa menemukan dan melewati kesusahan tapi berujung dengan mendapatkan indahnya mujizat. Ada yang paling indah dalam hidup setelah kesusahan dan mujizat menurut saya, yaitu “hikmah, wisdom atau kebijaksanaan dan makna dari perjalanan hidup itu.”

    Semua hal itu dibentuk oleh pengalaman – pengalaman yang kita alami baik itu positif atau negatif, kita harus menerima semua hal yang kita anggap tidak nyaman sekalipun tanpa banyak komplain karena dari situ kita akan menerima yang namanya mujizat, hikmah, wisdom atau kebijaksaan tadi. Perjalanan akan memberikan kita pengalaman yang namanya salah jalan, salah gang, salah titik lokasi, itu manusiawi. Prinsip saya bahwa salah atau benar jalan kita tapi kalau kita mengetahui tujuan kita mau kemana, kita akan diarahkan ketujuan tersebut.

    Seperti saat kita menggunakan GPS, saat naik mobil, alat itu akan memberikan jalan baru (re – road) ketujuan kita kalau kita salah jalan, seru kan!! hanya masalah waktu dan pengalaman yang kita dapat saat tersesat itu saja yang berbeda. “Mungkin waktunya agak sedikit lambat tapi pengalaman yang kita dapat bisa jadi lebih banyak”

    Achievement dan fulfillment 

    Seperempat perjalanan hidup saya, saya sangat merasakan semua kesuksesan yang dulu saya ingin raih jalannya dipermudah oleh Allah. Saya selalu bertanya dalam hati saya, 5 tahun lagi kamu mau jadi apa dan siapa ? Karena saya tahu hidup ini adalah sebuah perjalanan, saat itu jawaban saya adalah saya butuh achivement. Usia 20 tahun dimana seusia saya saat itu, disaat teman – teman saya masih berjuang mencari untuk mendapatkan posisi yang sudah saya miliki, tapi justru sebaliknya saya sudah mendapatkannya. Saya mendapatkan pekerjaan tanpa banyak hambatan dan sampai dititik kehidupan yang “uang bukan lagi sebuah masalah bagi saya.”

    Apa yang saya mau semua saya bisa dapatkan, contohnya saja mengendarai mobil – mobil mewah gonta – ganti setiap harinya itu sudah saya pernah rasakan. Boleh dibilang sampai mobil yang diatas 6000CC pun saya sudah coba (kebetulan saya jual beli mobil mewah sih saat itu). Showroom memang bukan milik saya pribadi, tapi saya punya kesempatan untuk test drive setiap kali ada mobil yang datang, hahaha) tapi ini blessing kan.

    Journey nya saya mendapatkan bonus dari Tuhan, tapi hakikatnya manusia kan kalau belum coba satu hal saja pasti kepengennya banyak yah, nah saya cobain semua mobil mewah itu saja sudah langsung puas. Jadi ngapain saya harus beli lagi, kalau tiap hari saya bisa coba cobi. 

    Saya belajar dari pengalaman ini, bahwa apa yang kita anggap excited, kerja keras mati – matian mau coba sesuatu atau punya sesuatu dan terjadi ya sudah jadinya seperti biasa saja, seperti nothing special.

    Setiap minggu saya ada di posisi dimana kalau saya keluar Negri untuk shopping sesuka hati saya tanpa liat harga, beneran setiap minggu saya rasakan. dan banyak hal lagi kemudahan yang saya dapatkan. Tapi ada rasa yang kosong dalam diri saya (emptyness), entah apa yang membuat saya tidak bahagia di saat itu. Saya sudah punya semuanya, seperti diatas puncak kejayaan dalam ukuran saya, tapi saya tetap merasa seperti belum puas, masih ada yang saya cari entah apa saya tidak paham. saya seperti kehilangan arah, apa fungsi saya di Dunia, kenapa saya dilahirkan, mengapa saya bercerai dengan pasangan saya karena terlalu banyaknya penghianatan dan konflik. Saya merasa sendirian didunia ini di tengah banyaknya orang yang saya kenal, saya tidak pernah jahat kepada orang lain tapi kenapa orang lain begitu jahat terhadap saya, saya kecewa, marah, dan mengapa banyak guncangan dalam hidup saya.

    Dalam kurun waktu kurang lebih 20 tahun saya menjalani hidup sebagai single mom untuk satu anak laki – laki saya tanpa peninggalan sepeserpun dari mantan suami saya. Dan pada akhirnya saya menyadari bahwa bukan hanya saya satu – satunya yang mengalami persoalan itu. Di Jakarta ini ternyata banyak sekali Perempuan yang berpisah tanpa peninggalan dari mantan suami sepeserpun. “buat perempuan yang independent hal itu terasa lebih berharga saya lepas dari kamu tanpa sepeser apapun daripada saya hidup tersiksa dengan kamu”.

    Tekad saya harus kuat dan berkomitment untuk mau bekerja keras demi anak saya dari tangan dan keahlian yang saya punya. Dari pengalaman indah yang Tuhan berikan tentang kesuksesan saya, ternyata bekerja keras sebagai seorang janda itu tidak mudah. Dari mulai godaan dan direndahkan oleh lingkungan itu sangat berat sekali, maka untuk melindungi diri saya, saya memasang perisai kepada semua orang dengan cara saya mengatakan bahwa saya sudah memiliki suami, ini terjadi hampir 20 tahun, semua ini saya lakukan agar saya tidak mendapatkan godaan dan hal – hal lain yang saya tidak mau.

    Tapi memasuki usia diatas 40 tahun, saya menyadari bahwa saya tidak bisa hidup sendiri, bukan masalah uang tapi faktor psikologis, sementara kalau di usia tersebut kita baru mau memilih untuk menikah lagi, pertanyaannya adalah siapa orang yang tepat ?

    Banyak lingkungan saya mengatakan pilihannya adalah kalau bukan suami orang, duda atau berondong. Oh no way ! Bukan itu yang saya mau, “loh kenapa duda ga mau. Bukan saya ga mau, tapi saya observasi duda pun masalah nya banyak (traumatis yang menyebabkan mereka punya prinsip “ah just for fun aja deh).”

    Di saat saya mau memilih pasangan untuk berikutnya, justru saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan. Banyak pertanyaan dalam diri saya mengapa, mengapa, mengapa….mengapa perempuan lain bisa, mengapa saya tidak. Akhirnya saya menemukan cara bagaimana saya bisa hidup Bahagia yaitu dengan cara “saya menemukan tujuan dan panggilan hidup saya.”

    Tujuan hidup dan panggilan hidup

    Tujuan hidup saya didunia ini adalah takut kepada Tuhan, melayani Tuhan dan menaati segala perintahNya. Saya banyak belajar bahwa untuk taat itu kita harus banyak diam, tenang, damai, agar kita bisa mendengar suara Nya. Sempat beberapa kali saya mengatakan perintah Tuhan itu kan menikah dan perbanyak keturunan agar semua yang dilahirkan menyembah Tuhan, tapi mengapa Tuhan tidak permudah saya untuk mendapatkan pasangan yang tepat. Akhirnya saat saya diam sambil minum air lemon dipagi hari saya seperti mendapat wisdom, “hi Mella, apakah pernikahan dalam hidupmu itu kehendak Tuhan atau hanya ego kamu saja untuk menginginkan pernikahan itu”.

    Sangat benar sekali pernikahan memang perintahNya tetapi apakah saya sudah melakukan perintah – perintahNya yang lain, selain pernikahan. Ini yang harus saya temukan selain sebuah pernikahan, dimana pernikahan ini yang saya inginkan, ini hanya ego saya!.

    Saya merenungi bahwa Rencana Nya bukan rencana kita itu benar sekali, janganlah kita memaksakan kehendak kita, dan memberilah maka kamu akan diberi, melayanilah kamu didunia ini bukan untuk dilayani, hampir 20 tahun saya observasi masalah rumah tangga dari pengalaman pribadi saya dan orang lain, saya mempelajari dari mengikuti seminar – seminar, membaca buku, sampai akhirnya saya diberi oleh Tuhan kesempatan menjadi pemimpin disalah satu Yayasan keluarga berbasis psikologi dari Amerika. Pada akhirnya saya bingung bagaimana saya mengimplementasikan nya karena saya tidak punya suami, saya berpikir proaktif saja apa yang saya bisa lakukan terlebih dahulu yaitu mengajar (karena saat kita mengajar pun kita sedang belajar), saya banyak mengajar secara offline dan online kepada banyak remaja dan ibu – ibu di pemberdayaan Perempuan. Saat saya melayani atau memberikan pelayanan masyarakat di titik – titik lokasi Jakarta, salah satunya adalah di rusun marunda Jakarta Utara.

    Disana saya hampir setiap minggu mengajar anak – anak muda, dari mulai pengembangan diri, dance, drama, atau hanya sekedar bermain karet dan ngobrol sana sini ngalor ngidul dengan mereka. Disana saya banyak menemukan kelegaan hati, saya seperti menurunkan standar saya karena dari sinilah saya menemukan kebahagiaan sejati saya dimana saya bisa ada bersama mereka dan hidup dengan sangat sederhana.

    “Fulfillment adalah  perasaan saat manusia merasa “terpenuhi” hati dan jiwanya menjadi sebuah kepuasan dan kebahagiaan yang sejati sampai merasa saya bukan apa – apa selain harus melakukan ini sebagai panggilan hidup saya berada didunia ini” – Mella Noviani-

    Didalam pelayanan Masyarakat inilah saya menemukan kebahagiaan, saya rela berkorban apapun (waktu, tenaga, materi) karena saya merasa Bahagia (joyful). Disinilah saya menemukan apa arti pemenuhan panggilan hidup (fulfillment). Banyak orang tidak percaya pada apa yang saya lakukan, pastinya ada pro dan kontra.

    Ada yang bilang wah Mella luar biasa keren, ada juga yang mengatakan ngapain sih bodoh banget ke arah sana hidupnya, ih.. ga banget liatnya dan ada juga yang bilang pasti mau nyaleg yah, atau mau cari pencitraan. Saya siap dikatakan apapun sekalipun mereka mengatakan saya bodoh, prinsip saya bodoh dimata manusia itu tidak jadi masalah, tapi saya tahu ini bukan bodoh dimata Tuhan.

    Akhirnya saya banyak mempelajari kehidupan, dari pengajaran Theologi dan Psikologi, saya banyak belajar dirumah tentang akhir tujuan hidup saya mau kemana, saya menentukan arah hidup saya dengan menuliskan mimpi – mimpi saya, dengan membuat mind mapping untuk hidup saya.

    Dengan melakukan doa khusus setiap saat, saya menemukan wisdom bahwa “hidup ini bukan tentang saya, tapi tentang orang banyak”, bagaimana kita bisa menabur kasih, cinta, kedamaian untuk orang banyak. Dengan perjalanan hidup yang sudah saya jalani disetengah abad ini, saya memiliki mimpi untuk membuat “sekolah perempuan”, bagaimana saya bisa memberikan edukasi untuk persiapan menuju dunia pernikahan karena dalam pernikahanlah hidup sesungguhnya dimulai, peperangan kita untuk kita memenangkan pertandingan menuju kekekalan.

    Banyak yang bertanya mengapa sekolah perempuan, mengapa bukan umum ? Apakah laki – laki tidak perlu belajar tentang pernikahan. Padahal sepertinya masalah perselingkuhan yang terkuak dimulai dari pihak laki – laki. Saya senang sekali dengan pertanyaan ini, jawaban saya adalah karena perempuan diciptakan Tuhan sangatlah stretegis, “perempuan dapat membangun istana atau meruntuhkan istananya” tergantung dari pola pikir nya (mindset) mengatur ritme keluarga menuju hubungan yang sehat.

    Mimpi

    Mimpi saya adalah mengurangi tingkat perceraian di Indonesia dengan cara menulis, mencetak buku tentang pernikahan, dan mempersiapkan learning centre (sekolah Perempuan) di tahun 2026 yang akan datang saya harap saya sudah bisa mulai untuk mempersiapkan remaja – remaja generasi 2045 masuk dalam dunia pernikahan yang benar, bukan hanya menikah tetapi “menikah dengan hubungan yang sehat, pre – marital (pra nikah)”. Mempersiapkan para millenial dimana mereka mengerti bukan hanya pernikahan coba – coba tapi fokus pada pernikahan dengan hubungan yang sehat, mempersiapkan perempuan – perempuan yang pernah gagal dalam pernikahan dan mau memulai kembali kehidupan rumah tangganya, serta mempersiapkan ibu – ibu untuk bisa mendidik anak – anaknya secara efektif. 

    Legacy 

    Saya berdoa semoga ini menjadi warisan (Amal jariah) saya untuk Indonesia, karena sebaik – baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Kehidupan didunia ini seluruhnya tentang bagaimana kita bisa memuliakan Allah dalam pikiran dan kehidupan, menjalankan perintah Nya, semua ini yang akan membuat manusia Bahagia lahir batin dan kita siap mempertanggung jawabkan di hari akhir kita nanti. 

    “Segala hal yang kamu lakukan untukmu akan hilang bersamamu, segala hal yang kamu lakukan untuk orang lain akan selalu ada sebagai legacy” Mella Noviani.

  • Ooppss jangan negatif dulu yah, ++ disini maksudnya adalah ibu rumah tangga yang juga adalah pejuang penerus RA Kartini dengan memaksimalkan potensi yang ada didalam diri.

    Mella Noviani

    “Dari perempuanlah manusia itu pertama – tama menerima pendidikan, dipangkuan perempuanlah seorang mulai belajar merasa, berpikir dan berkata – kata, dan makin lama makin jelaslah bagi saya bahwa pendidikan yang mula mula itu bukan tanpa arti bagi seluruh kehidupan.” – Surat Kartini.

    Kutipan surat – surat Kartini selalu kita lihat kembali atau kita dengar setiap tanggal 21 April, saat semua perempuan khususnya merayakan peringatan hari Kartini. Peringatan ini untuk kita mengenang sejarah pahlawan emansipasi yang perjuangannya sudah mengeluarkan perempuan dari sisi gelap dimasa penjajahan.

    Saya salah satu orang yang sangat mengagumi pemikiran, tulisan dan perjuangan Kartini, dan saya salah satu orang yang ingin mengikut jejak kartini. Sayapun berharap Perempuan Indonesia memiliki pemikiran dan harapan yang sama dengan saya.

    Kalau dulu Kartini sampai menulis surat tentang keresahannya yang sangat mendambakan kebebasan sebagai seorang perempuan, bergerak dan bahagia untuk menentukan nasibnya sendiri, jusru sekarang semua itu sudah kita bisa dapatkan dengan mudah dan sudah bertambah dengan dukungan teknologi digital yang ada sekarang. Alasan apalagi untuk kita sebagai perempuan tetap bermalas malasan atau hanya jadi seorang penonton kesuksesan orang lain. Semua perempuan adalah ibu rumah tangga, tapi perjuangan Kartini membuat kita adalah ibu rumah tangga plus plus (++) artinya perempuan bukan hanya sebagai tiang doa dan ketahanan keluarga, dimana perempuan dapat tersenyum ditengah kesedihan dan kesulitan, dapat mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak anak dengan hanya kedua tangannya. Tetapi perempuan juga bisa menjadi tiang Negara yang banyak berkontribusi dengan bergerak melakukan pemberdayaan perempuan melalui UMKM dll. Kartini masa kini berperan penting dalam era digital dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia dan inspirasi bagi generasi muda Gen Z.

    Terlebih penting lagi perempuan sebagai jembatan kesuksesan keluarga untuk kesuksesan Negara, perempuan bisa melahirkan dan memberikan pendidikan bagi anak anaknya, sehingga mereka menjadi orang – orang terpilih di Negara ini, pemimpin – pemimpin dari mulai jajaran staff diperusahaan sampai seorang presiden di Indonesia.

    RA Kartini adalah pembuka jalan perempuan dari keadaan gelap menjadi terang, maka hari –  hari ini walaupun semua mengatakan kalimat yang menurut saya kok agak mengerikan yah yaitu kalimat “Indonesia gelap” di zaman pemerintahan ini, ah saya ga ambil pusing. Saya hanya mau bilang mari kita memiliki pola pikir sebagai “perempuan terang ditengah indonesia gelap.”

    Perempuan Indonesia menjadi barisan yang dapat melakukan estafet perjuangan RA kartini agar dapat melanjutkan semua kebaikan yang dapat bermanfaat untuk generasi selanjutnya, yaitu generasi emas tahun 2045. 

    Kartini masa kini berperan penting dalam era digital dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. 

    1. Mengembangkan Literasi Digital : Meningkatkan kesadaran dan kemampuan perempuan dalam menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi dan peluang.
    2. Mengambil Peran dalam Industri E-commerce : Berpartisipasi dalam industri e-commerce untuk menciptakan peluang ekonomi dan meningkatkan kemandirian perempuan.

    Dengan demikian, Kartini masa kini dapat melanjutkan perjuangan RA Kartini dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

    “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu – satunya hal yang bisa menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri” – RA Kartini –

  • Mella Noviani

    Delapan tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2017 saat saya terbang ke Colorado Springs (Cos) untuk mengikuti Family conference yang diadakan oleh sebuah yayasan keluarga dunia tempat dimana saya menjabat sebagai CEO selama 5 tahun untuk Indonesia. Saat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta saya duduk berhadapan dengan seorang ibu yang wajahnya terlihat sedih di ruang boarding. Saat masuk ke pesawat ternyata beliau duduk satu deret tepat disamping saya, dan sayapun langsung merasakan bahwa kami berdua adalah orang yang berkepribadian introvert. Karena di antara kami berdua tidak banyak bicara hanya saling melepas senyuman.

    Setelah pesawat take off dengan sempurna dan bunyi ting terdengar, saya menyalakan lampu baca dan membuka buku yang masih harus saya baca yaitu when God doesn’t make sense. Sampai akhirnya pramugari menyapa bertanya kita berdua mau makan apa dan selanjutnya kami menikmati makan yang sudah disediakan. Ibu itupun menyapa saya dan berkata “kalau makan di pesawat gini, tanpa sambel jadi ga nafsu makan yah mba”. Dihati saya terlontar kalimat, “sepertinya bukan sambel deh bu yang buat ibu nggak nafsu makan tapi hati ibu yang sepertinya lagi sedih” akhirnya saya pun tersenyum dan tertawa kecil bilang ia benar bu, oh nama ibu siapa ? Akhirnya saya mengulurkan tangan dan ia menyebutkan namanya “oh nama saya Rosaline”.

    Kami berdua mulai bercerita dari mulai tujuan mengapa terbang ke Colorado, keluarga dan pengalaman kami masing – masing. Ibu Rosaline bercerita Bahwa ia baru saja bercerai di usia pernikahan yang baru seumur jagung, ia bercerita ahhh…. Sambil menghela nafas panjang dan tangan kirinya memegang dada, ibu Rosalin mengatakan susah yah mba hidup ini cobaan berat banget dalam pernikahan itu, kalau bukan dari suami ya dari mertua atau bisa dari anak – anak.

    Saya ini cobaan nya mertua mba, mantan suami saya sih tidak banyak masalah dan manut – manut aja orangnya, hanya saya tidak tahan dengan mantan mertua saya yang orang nya sulit sekali dan terlalu banyak ikut campur dalam urusan rumah tangga saya.”

    Saya baru saja bercerai dengan suami, karena suami saya lebih memilih orang tuanya daripada saya istrinya. Sambil ibu Rosaline bercerita panjang seperti biasa saya senang menikmati untuk menjadi pendengar setia. Buat saya jika ada yang bercerita tentang masalah kehidupan, rasanya saya ingin mencatat apa saja semua masalah yang ia ceritakan. Karena buat saya mendengarkan cerita masalah orang lain adalah seperti saya sedang menganalisa suatu makna kehidupan dan saya harus mendapatkan apa arti dari makna itu. Sampai akhirnya kami berpisah di airport Denver dan kami melanjutkan perjalanan kami masing – masing.

    Didepan pintu keluar Denver International Airport, Jane teman saya sudah terlihat menjemput dan melambaikan tangannya dengan senyum hangat kepada saya, saat saya mendatanginya saya sudah siap dengan oleh – oleh yang saya beli dari Jakarta khusus untuk Jane. Saya membelikan Jane syall batik yang biasa orang Amerika suka menerimanya. Setiap saya datang ke Colorado Springs untuk mengikuti Conference, tradisi yang diajarkan adalah kami saling membawa oleh – oleh khas Negara masing – masing untuk setiap teman yang hadir dari beberapa Negara.

    Dalam perjalanan dengan mobil dari Denver ke Colorado springs kurang lebih hampir 1 jam 25 menit, saya dan Jane banyak bercerita tentang pertemuan saya tadi dengan ibu Rosaline dan cerita hidupnya yang menikah singkat akhirnya bercerai karena tidak cocok dengan ibu mertuanya.

    Jane menanggapi cerita saya dengan excited, ia menanggapi bahwa “laki – laki akan stress out kalau sudah dihadapkan harus memilih istri atau orang tua”. Ego dari seorang perempuan adalah ia ingin dipilih dan suami berkorban untuk istri. Tapi pada kenyataannya itu tidak bisa karena yang melahirkan suami kita adalah ibunya. Dalam pernikahan hati seorang ibu (mertua) merasakan mereka hanya tidak ingin kehilangan sosok dan perhatian dari anaknya yang ia pernah dapat dari masa kecilnya, saat anak laki – lakinya menikah dengan seorang perempuan yang menjadi istrinya maka ibu mulai banyak merasa ketakutan dalam hatinya. Ketakutan itu akan menjadi tindakan yang terasa akan sangat tidak nyaman pada setiap istri.

    Saya sangat setuju dengan Jane, sejenak saya terdiam dan berdoa pada Tuhan saat itu jika Tuhan ijinkan saya memiliki ibu mertua dalam hidup saya, ya Tuhan saya minta seorang ibu mertua yang bisa get along dengan saya. Tapi saya berpikir dua kali bagaimana jika Tuhan beri saya cobaan saya mendapatkan ibu mertua yang tidak sesuai ekspektasi saya seperti kejadian ibu Rosaline. Kesimpulan dari saya diam sejenak saat itu adalah apapun karakter ibu mertua yang akan Tuhan berikan pada saya nanti, saya bertekat harus belajar dari sekarang bagaimana caranya saya bisa get along atau bisa menjadi teman dengan ibu mertua saya nanti.

    Setelah pulang dari family conference, saya banyak belajar dan mendapatkan insight tentang bagaimana kita bisa memiliki hubungan yang sehat dengan pasangan, mertua, anak – anak, kakak dan adik ipar, serta keluarga besar dalam keluarga pasangan saya. Kuncinya adalah memiliki prinsip 4M seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya yaitu Memahami, Menghormati, Menerima dan Menghargai. “Tanpa Memahami kita tidak bisa Menghormati, tanpa menghormati kita sulit menerima, tanpa Menerima kita akan kehilangan rasa Menghargai.” semudah itukah ? mungkin banyak yang berpikir “ga mudah” tentu saja, tapi pastinya “semua akan menjadi mudah jika kita tau caranya.”

    Menjalin hubungan yang baik dengan mertua bisa jadi sebuah tantangan yang banyak orang bilang tidak mudah, saya bisa bilang saya setuju tapi sekali lagi ingat “Jika kita tau caranya dan mau menurunkan ego kita, semua akan menjadi mudah”.. Istri dan mertua pastinya memiliki persepsi dan ego masing – masing, tetapi percayalah seperti terlihat sulit tapi mudah jika kita melakukan dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa membangun hubungan yang hangat dan saling mendukung.

    “Seorang ibu memberikan kamu hidup, seorang ibu mertua memberikanmu hidupnya”

    Sebagai anak menantu (Daughter in law) saya memberikan beberapa cara atau strategi untuk membantu kamu menjadi teman yang dicintai ibu mertua :

    Strategi Nomor 1 : Membangun komunikasi yang terbuka.

    • Jujur dan terbuka dalam berkomunikasi adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat, cobalah untuk mendengarkan pandangan atau cerita mereka tanpa cepat menghakimi. Cari apa kesamaan (common ground) antara kamu dengan ibu mertua, apakah olahraga, memasak, dan lainnya. Jika kamu bisa menunjukkan minat pada kehidupan mertuamu itu dapat mempererat hubungan. Jika ada perbedaan hargai perbedaan itu, lakukan sesuatu yang kreatif agar perbedaan itu menjadi indah.
    • Tanyakan tentang hidup mereka, tanyakan minat, hobi, atau pengalaman apa yang sudah mereka miliki, karena mertua pasti punya pengalaman hidup yang panjang, khususnya dalam membina rumah tangga atau mengurus keluarga, jadi cobalah lebih menyimak dan memahami karena banyak hal yang belum kita lihat atau jalani seperti yang mertua kita jalani. Dengan tertarik mau mendengar, memahami, mencerna, berinteraksi dengan hati dan ekspresi tanpa menghakimi Ini akan membuat mertua merasa dihargai dan lebih terbuka kepada kamu. Hormati nilai-nilai dan pandangan mertua, meskipun tidak selalu sejalan dengan kamu, ini menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang menghargai perbedaan dan tidak menganggap remeh pendapat mereka.

    Strategi nomor 2 : Menunjukan Rasa dan pengertian terhadap pilihan hidup mereka.

    • Saat berkunjung usahakan membawa oleh – oleh kecil, tidak harus mahal, membelikan apa yang menjadi kesukaannya adalah hal yang sangat luar biasa.
    • Mengingat hari ulang tahunnya dan membuat perayaan kecil bersama keluarga.
    • Untuk kamu yang memiliki aktifitas tinggi karena bekerja dan mengurus anak – anak atau bahkan kamu adalah seorang yang introvert memang menjadi tantangan tersendiri untuk bisa berkomunikasi setiap hari melalui telp ataupun whatsapp, tidak masalah tetapi bisa dikomunikasikan dengan mertua untuk kreatif memaksimalkan waktu, misal saja membuat janji di hari weekend untuk bersama – sama melakukan aktifitas keluarga.
    • Tidak membandingkan cara mertua mengurus rumah dan keluarganya atau bagaimana mereka menjalani hidup selama ini, juga jangan pernah terburu-buru mengkritik cara mereka mendidik pasanganmu.

    Strategi Nomor 3 : Autentik, jadilah Diri Sendiri

    • Cobalah untuk menjadi diri sendiri, jangan mencoba untuk menjadi orang lain hanya untuk menyenangkan hati mertua. Mertuamu akan lebih menghargai ketika kamu tampil authentic dan tidak berpura-pura.

    Strategi nomor 4 : Create moment untuk bisa punya waktu bersama

    • Ajak mertua untuk melakukan aktivitas bersama seperti makan siang, pergi berbelanja, atau menikmati hobi yang sama. Ini akan memberi kesempatan untuk saling mengenal lebih baik dalam suasana yang lebih santai.
    • Berpartisipasi dalam acara keluarga. Tunjukkan bahwa kamu ingin menjadi bagian dari keluarga besar mereka, misalnya dengan ikut dalam perayaan ulang tahun, acara keluarga, ataupun hanya makan bersama.

    Strategi nomor 5 : Berikan Perhatian pada Pasanganmu

    • Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan hati mertua adalah dengan menunjukkan bahwa kamu mencintai dan menghargai pasanganmu. Jika mertua melihat kamu berkomitmen pada hubungan dengan anak mereka, ini akan memberi mereka rasa aman dan mendekatkan hubungan kalian. Hindari terlalu sering komplain tentang kekurangan pasanganmu.
    • Jangan ragu untuk memberikan pujian yang tulus kepada pasanganmu di hadapan mertua. Ini akan menunjukkan bahwa kamu memperlakukan pasanganmu atau anak mereka dengan baik.

    Strategi nomor 6 : Bersikap Sabar dan Mengerti

    • Jika ada ketegangan atau kesalahpahaman, sabar dan beri waktu untuk hubungan bisa berkembang secara alami.
    • Jangan terlalu cepat berharap bahwa hubungan akan menjadi akrab atau dekat secara instan. Proses hidup pasti akan memakan waktu, dan dengan kesabaran, kamu akan semakin dekat.

    Strategi nomor 7 : Tunjukkan Kepedulian dan Bantuan

    • Bantu mertua ketika mereka membutuhkan, bantu mereka jika butuh bantuan dalam pekerjaan rumah, belanja, atau hal-hal kecil lainnya. Tindakan kecil seperti ini dapat menunjukkan bahwa kamu peduli dan siap membantu.
    • Beri perhatian pada kebutuhan mereka, jika kamu tahu mereka memiliki kesukaan atau kebutuhan tertentu, cobalah untuk memberi kejutan yang menyenangkan seperti makanan favorit mereka atau menawarkan untuk menghabiskan waktu bersama mereka.

    Strategi nomor 8 : Jaga Batasan yang Sehat.

    • Setiap hubungan memiliki batasan yang perlu dihormati. Jika ada hal-hal yang membuat kamu tidak nyaman atau ada perbedaan pandangan yang besar, jangan takut untuk mendiskusikannya dengan cara yang sopan dan santun.
    • Pastikan untuk tetap menjaga batasan yang sehat dalam interaksi dengan mertua, terutama terkait dengan masalah pribadi yang mungkin lebih sensitif.

    Membangun hubungan yang baik dengan mertua memerlukan waktu dan usaha dari kedua belah pihak. Dengan sikap yang positif, penuh pengertian, dan komunikasi yang baik, kamu bisa membangun hubungan yang lebih erat dan bersahabat dengan ibu mertua.

    
    
  • Memaafkan bukan untuk orang lain tetapi untuk mencintai diri kamu, karena saat kamu memaafkan dengan tulus kamu akan lepas dari segala tekanan yang dapat merusak tubuhmu luar dan dalam.

    Mella Noviani

    Kepribadian seseorang sering terlihat saat mereka marah!, saat marah dan emosi memuncak topeng kebaikan yang mereka gunakan tiba tiba hilang dan terlihat sisi asli dari pribadi tersebut. Ada yang tetap tenang, diam berpikir, atau hilang kendali. Disinilah terlihat ujian karakter yang menunjukan apakah mereka tulus dengan sungguh – sungguh selama ia terlihat baik atau hanya situasional saja terlihat baik.

    Masih suasana lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal 1446 H tepatnya hari Senin tanggal 31 Maret 2025. Saat saya ngabuburit puasa hari terakhir di meja kerja sambil melihat keluar terlintas mundur kebelakang ( flashback) sebuah tradisi masyarakat Indonesia yaitu tradisi dimana setiap orang akan bersalaman meminta maaf setelah menunaikan shalat ied di mesjid dan WA mulai dibanjiri dengan ucapan – ucapan kata permohonan maaf. Setiap orang mengucapkan Minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin, sebuah tradisi yang indah dan ditambah keseruan kumpul keluarga dengan seluruh kerabat.

    Karena banyak teman tahu bahwa saya suka menulis, kadang beberapa dari mereka meminta bantuan untuk dibuatkan kata – kata ucapan, dan pesan sponsornya adalah “tolong buatin yah, tapi jangan keliatan kayak “copy paste”. Yang tadinya saya juga selalu ikut membuat dan mengirimkan kesemua orang, sampai akhirnya saya menyadari sesuatu sekarang bahwa saya lebih senang dengan hal – hal yang sangat personal jadi saya mulai mengurangi rangkaian kata – kata template itu. Tentang rangkaian kata – kata template ini saya berpikir, setiap tahun saya mengirimkan atau menerima kata – kata yang sangat template dan dari rangkaian template itu apakah semua orang benar – benar tahu dan mengalami yang sesungguhnya dari kata maaf tersebut karena setelah hari raya lewat saya masih terus melihat banyak pembenci diluar sana.

    Daripada membuat template, saya lebih senang hal – hal personal seperti menuliskan dengan kata – kata pendek hasil ketikan yang ada dari hati atau bertemu langsung silaturahmi secara personal dengan melihat mata, memeluk, berjabat tangan, dan menggali dengan percakapan santai, dengan hal itu saya merasakan maaf lahir batin yang tulus.

    Kurang lebih 10 tahun lalu saya pernah merasakan kesal, kemarahan, benci, sampai bahkan rasa ingin mengakhiri hidup saya yang disebabkan oleh ulah dari pasangan yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Saat itu saya merasa tidak berharga, tidak berguna, tidak ada yang mencintai saya bahkan saya merasa sangat rendah. Setiap kali semua itu terjadi rasanya benar – benar menyiksa dan hilang fokus serta hilang kendali, sulit berpikir jernih dan bahkan tidak ingin melakukan aktifitas apapun. Tapi saat pasangan saya datang memegang tangan, memeluk dan mengatakan dengan lembut “saya minta maaf, saya tau saya salah”..please kita stop dan perbaiki hubungan ini. Tiba – tiba saya merasa sebuah proteksi atau perlindungan itu datang, rasa kesal, marah dan semuanya itu tiba – tiba hilang, hilang fokus dan hilang kendali tadi berubah menjadi seperti air laut yang tenang dan menenangkan.

    Saat saya berbagi dengan teman – teman tentang cerita ini, mereka menanggapi bahwa mereka kurang setuju dengan pengalaman pribadi yang saya ceritakan. Mereka mengatakan ” enak aja, ga bisa saya, ga bisa maafin begitu saja, kalau saya jadi kamu pasti saya tepiskan saat dia mau peluk dan minta maaf, langsung tinggalin dia dulu, kasih dia pelajaran sampai dia sadar”.

    Dari ketidak setujuan teman – teman saya ini, saya tetap setuju dulu dengan mereka bahwa benar apa yang mereka bilang bahwa yang menyakiti kita harus diberi pelajaran dan harus sadar apa yang ia sudah lakukan. Tetapi sebenarnya saat pasangan sudah berani datang dan mengatakan minta maaf, ia sudah sangat melakukan hal yang tidak semua orang bisa melakukannya, tindakan ini sangat bijaksana dan artinya ia menyadari bahwa ia salah, atau sedang dalam cara penyelesaian konflik yang salah pada kita. Saatnya kita sebagai pasangan bisa melanjutkan komunikasi bersama dengan benar agar kesalahan itu tidak terulang lagi.

    Dari sisi psikologi kemarahan yang memuncak adalah bentuk sebuah ego yang tidak terkontrol, kita bisa melihat seperti apa orang yang memiliki ego tinggi dan mengakibatkan sulit memaafkan hingga menyimpan emosi yang tidak stabil :

    • Mereka mengalami kesulitan berempati dengan pasangan atau orang lain karena luka batin, akhirnya cenderung mempertahankan rasa marah dan dendam sebagai perlindungan diri.
    • Sulit mengatakan maaf kepada pasangan karena merasa bahwa memaafkan berarti membenarkan perbuatan orang lain.
    • Cenderung selalu menyalahkan pasangan atau orang lain, memberi maaf dianggap sebagai bentuk kelemahan atau merendahkan diri.
    • Memiliki perilaku angkuh, merasa penting, dan selalu merasa berhak, sementara pasangannya atau orang lain tidak, karena ada rasa kebutuhan akan kontrol atau kendali atas orang lain agar ia dapat memprioritaskan keinginannya di atas kebutuhan pasangan atau orang lain.
    • Sulit berkompromi, perilaku yang tidak mau mengalah atau mencari jalan tengah dalam suatu situasi karena kurangnya keterampilan regulasi emosi yang membuat mereka sulit mengelola emosi negatif nya seperti marah dan kecewa, sehingga mereka menahan perasaan itu dibanding harus memproses dan melepaskannya.

    Hal ini dapat menyebabkan masalah dalam hubungan pribadi dan profesional, serta kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif. Ego yang berlebihan dapat membuat masalah kesehatan mental atau gangguan kepribadian. Salah satu contoh gangguan kepribadian yang dimaksud adalah gangguan kepribadian narsistik dan antisosial.

    Narsistik atau antisosial adalah gangguan kepribadian yang memiliki tingkat ego yang tinggi, terpaku pada keinginannya sendiri dan tidak peduli kebutuhan orang lain.

    Mella Noviani

    Saat pasangan merasa kesal, sedih, lelah, menangis, bad mood, yang disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor eksternal maupun internal, sebenarnya mereka hanya membutuhkan perlindungan yang nyaman yaitu kehadiran, bahasa yang lembut ditelinga, genggaman tangan, tatapan mata yang tulus, atau pelukan yang menenangkan daripada sebuah nasihat atau perkataan.

    “Terkadang satu pelukan lebih berharga daripada ribuan kata yang di ucapkan.”

    Beberapa tahun lalu saat saya masih berstatus single parent atau ibu tunggal untuk anak saya, dimana saya selalu berdoa kepada Tuhan untuk mendapatkan pasangan yang tepat, saat itu juga saya bertanya – tanya dalam hati, sebenarnya pasangan yang tepat itu seperti apa. Karena sembilan dari sepuluh pasangan yang saya lihat seperti paradoks dalam cinta, paradoks dimana dua manusia menjadi satu dalam pernikahan, tetapi kehidupan mereka didalam rumah adalah tetap dua.

    Dalam hati kecil saya lagi apakah keinginan saya dalam sebuah pernikahan yang selalu ingin menjadi satu dan bersama – sama itu adalah sebuah ke-lebayan seperti yang dikatakan oleh anak – anak jaman now ? Tapi apapun yang mereka katakan saya tetap memegang prinsip bahwa “pernikahan adalah satu tubuh dimana artinya sebuah pernikahan adalah ketika cinta bukan lagi tentang SAYA atau KAMU tetapi tentang KITA dan banyak orang”, pandangan saya saat kita memiliki prinsip bahwa kita bisa membalikan kata ME menjadi WE hubungan yang sehat akan terasa mudah didapat.

    “Tidak memaafkan karena hati dan pikiran yang lemah, penuh maaf adalah seorang yang sabar dan kuat.”

    Mella Noviani

    Saat masing – masing pasangan dalam pernikahan kita memiliki prinsip Me menjadi We kita akan memiliki pandangan yang sama yaitu :

    • Bersama – sama saling memberikan ruang untuk mengasihi dan mencintai dengan mengizinkan pasangan kita berkembang menjadi dirinya sendiri. Bersama – sama berdua hadir dalam sebuah perjalanan yang penuh makna, tidak saling menyempitkan ruang tapi justru berada diruang yang sangat luas tanpa saling membatasi. Setiap pasangan dapat bergerak dengan pengertian masing – masing yang dewasa. Memiliki prinsip bahwa Saya ingin orang yang saya cintai tumbuh dan berkembang menjadi dirinya sendiri, dan dengan caranya sendiri. Kebetadaan pasangan bukan untuk melayani saya, tapi saya mau melayani pasangan dengan ikhlas dan tulus.
    • Bersama – sama bisa menerima dengan tidak ingin mengubah pasangan sesuai dengan harapan kita tapi kita menjadi inspirasi yang baik agar pasangan dapat menjadi pasangan yang sesuai dengan harapan kita. Karena “lead by example” atau kita menjadi contoh yang baik (Role Model) akan menjadi inspirasi untuk pasangan atau orang lain dan bisa menjadi seperti yang kita harapkan. Dalam mencintai kita membiarkan pasangan tetap menjadi dirinya sendiri tanpa tekanan, tanpa tuntutan, ancaman dan ketakutan akan kehilangan. dalam mencintai kita juga tidak kehilangan diri kita dan juga tidak meminta orang lain menjadi kehilangan dirinya.
    • Bersama – sama bisa selalu hadir tanpa mengendalikan, kita tidak perlu mengendalikan pasangan agar tetap mencintai kita tapi sebaliknya kita hanya hadir dengan tanpa tuntutan.

    Ciri – ciri orang yang memiliki ego tinggi :

    • Mendominasi percakapan dan menyela orang lain yang sedang bicara.
    • Terlalu kritis atau meremehkan pendapat orang lain.
    • Mengharapkan perlakuan khusus dari orang lain.
    • Tidak peka terhadap perasaan atau kebutuhan orang lain.
    • Mengambil pujian atas pekerjaan atau ide orang lain.

    Memaafkan memang bukan cara yang instant, tapi ada langkah – langkah untuk melatih pikiran dan tindakan kita agar kita bisa memiliki kemampuan untuk memaaafkan.

    • Berlatih untuk mendengarkan orang lain secara aktif agar benar – benar dapat mendengar dan memahami perspektif pasangan atau orang lain, mengapa pasangan sampai membuat kesalahan itu (apakah karena ketidak tahuan atau karena luka batin mereka sendiri, atau mungkin karena ketidakmampuan emosionalnya). Ini sangat bisa membantu kamu mencairkan sedikit rasa kesal dan kecewamu, ajukan pertanyaan terbuka, dorong pasangan untuk berbagi pikiran dan perasaan mereka dengan lembut tanpa emosi. Akui dan rasakan luka yang ada pada hatimu, jangan bilang ga apa – apa saya ga sakit hati. Tapi tidak ada salahnya akui dengan mengatakan sebenarnya saya sakit hati, kecewa, marah atau merasa di khianati. Rasakan emosi itu karena itu adalah bagian awal dari sebuah proses tapi ingat itu hanya proses awal.
    • Mulai buka hati untuk memaafkan dan pahami alasan kamu ingin memaafkan agar kamu damai secara emosional, bebas dari beban dendam,
    • Pisahkan individu yang membuat kamu kecewa dengan perbuatannya, artinya kamu boleh benci perbuatannya tapi jangan membenci individunya (pasangan atau orang lain). karena mereka adalah manusia yang juga bisa salah, lemah atau belum memiliki kemampuan kuat untuk menghadapi dunia ini.
    • Tunjukkan empati dan pengertian, akui emosi orang lain dan validasi pengalaman mereka.
    • Lepaskan kebutuhan untuk “mendapat balasan” karena itu akan menyakitkan hati, pikiran dan tubuh kamu, semua itu akan membentuk ikatan emosional yang akan buat kamu terhubung dengan luka dan kecewa jangka panjang. Ketika kamu melepaskan dan membuang jauh – jauh untuk tidak membalas dendam maka kamu akan bebas.
    • Jika kamu bukanlah orang yang bisa berkata – kata, kamu bisa coba dengan menulis surat atau WA atau apapun dalam bentuk tulisan, ekspresikan semua perasaanmu tanpa sensor karena ini adalah katarsis yang mendalam.
    • Putuskan untuk memaafkan walaupun kamu merasa belum “merasa”. Terkadang keputusan untuk memaafkan datang duluan daripada rasa damainya. Saat kamu putuskan dengan tulus kamu mau memaafkan maka damai dan mujizat akan datang berangsur – angsur setiap harinya.
    • Cari umpan balik, mintalah kritik membangun untuk diri kamu juga dari orang lain agar dapat membantu kamu lebih bertumbuh dan berkembang.

    Memaafkan bukan berarti kamu membenarkan perlakuan orang lain, bukan berarti kamu salah, bukan berarti kamu rendah, dan bukan berarti masalah berlalu begitu saja, pikirkan tiga hal. Pertama kamu harus merdeka dari keterikatan kebencian agar kamu sehat, kedua mengapa masalah itu bisa terjadi, dan bagaimana cara agar masalah itu tidak terjadi lagi. Ketiga pelajaran apa yang saya dapat dari masalah yang baru saja terjadi dan saya maafkan, agar saya mendapatkan ilmu dan bisa menjadi inspirasi untuk banyak orang.

    Mella Noviani
  • Mella Noviani


    Saat saya ngopi cantik dengan seorang teman saya Claudia, saya bisa membaca raut wajah teman saya ini sedang ada masalah tapi hebatnya ia tetap fokus dengan pembahasan bisnis yang sedang kami bicarakan berdua sambil ngopi. Tiba – tiba saya melihat handphone nya ringing dan nama yang terlihat di screen hp adalah “My love”.

    Claudia minta izin untuk angkat telp dan saya melanjutkan untuk menikmati jus jeruk yang saya pesan. Saya melihat dari arah belakang, karena ia mengangkat telp membelakangi saya, Claudia terlihat sangat marah, saya bisa lihat dari gerak tangan dan bafannya. Saat Claudia balik badan ia berteriak dengan sangat emosional mengatakan “tidak pantas kamu perlakukan ini terhadap saya!” lalu menutup pembicaraan dengan menekan tombol hp dengan sedikit keras.

    Claudia kembali ke maja dan melihat saya sambil mengangkat kedua pundaknya. Saya hanya diam dan melempar senyum sambil mendengar Claudia mengatakan masih dengan emosional, bahwa suaminya ini banyak mengecewakan dia dan ekonomi keluarga yang sedang tidak baik, akhirnya teman saya closing dengan mengatakan “Ok, Mel maaf yah yuk kita lanjutkan lagi pembahasan kita”.

    I’ve been there!!, saya pernah rasakan ini kurang lebih 30 tahun lalu saat saya usia 20 tahun, saya marah sekali kepada kekasih saya saat itu. Tapi saya banyak melakukan self-reflection sampai akhirnya saya menyadari bahwa ternyata pernikahan itu bukan tentang diri saya sendiri tapi tentang orang lain dan orang banyak.

    Setiap masalah yang terjadi dalam pernikahan dibutuhkan dua orang yang mau berubah dan selaras berjalan bersama untuk berkomitment dilandaskan sebuah kasih dalam setiap perjalanan untuk mencapai perubahan itu. Jika hanya satu orang yang menuntut perubahan pastinya tidak akan terjadi sebuah perubahan yang hakiki dalam berpasangan.

    Sampling : Seorang ibu bilang kepada suaminya, kamu jangan lakukan A saya tidak suka, tapi sang ibu tidak memberikan kebutuhan A itu pada suami nya.

    Pernikahan adalah landasan ideal sebuah keluarga maka menikah bukanlah karena adanya sebuah alasan, motivasi atau suatu kepentingan diri seperti harus punya anak, harus ngikutin maunya orang tua, untuk harta, atau untuk sebuah kebahagiaan dan kebutuhan kita akan selalu terpenuhi dengan menikah. Tapi sebaliknya bagaimana kita merespon jika sebaliknya dalam pernikahan mendapatkan situasi atau kondisi yang sepertinya tidak pantas, tidak seharusnya atau terkadang situasi sangat sulit melanda dan hubungan mengalami cobaan. Sebagai perempuan kita harus bijaksana untuk me-refleksikan diri, apakah kita benar – benar tidak pantas menerima itu semua atau justru kita dipantaskan oleh Allah untuk menerima sebuah masalah agar kita bisa melihat dari masalah yang ada justru kita akan mendapatkan dan merasakan arti dari sebuah makna kehidupan dan hikmah yang dapat kita pelajari.

    Mella Noviani

    Selama saya hidup mengalami masalah yang beraneka ragam dan mendengar keluh kesah dari teman – teman atau keluarga. Saya mengamati, mencerna dan merenungkan bahwa semua yang terjadi dalam hubungan pernikahan itu adalah ego. Ego kita yang harus ditekan serendah – rendahnya agar bisa memulai masuk dan menciptakan hubungan yang sehat. Hubungan yang sehat memiliki dasar prinsip komitment yaitu prinsip 4M.

    Dimulai dari MEMAHAMI, bagaimana kita bisa memahami dengan hati, salah satu cara untuk kita bisa memahami adalah dengan lebih sering mendengarkan pasangan berbicara tanpa kita langsung interupsi dulu. Mendengar tanpa menilai terlalu cepat adalah cara kita memahami sudut pandang pasangan sepenuhnya, karena setiap individu pastinya memiliki sudut pandang berbeda – beda. Jadi dengarkan, cerna, amati dan pahami.

    Saat kita bisa mendengar pasangan dengan tidak interupsi atau menilai terlalu cepat itu artinya kita sedang MENGHORMATI pasangan. Dalam cerita atau pembicaraan pasangan, tidak sedikit yang kadang biasanya kita tidak setuju. Tetapi dalam hal ini kita harus membiasakan belajar berusaha untuk “setuju dulu dengan ketidak setujuan kita”, kita belajar untuk tidak langsung menegur atau mengajarkan bagaimana sebenarnya yang benar pada pasangan, karena jika kita langsung menegur artinya kita menjatuhkan harga diri pasangan. Perlakuan kita untuk tidak menegur pasangan saat ia berbicara, menegur didepan orang jika ia salah, bertengkar didepan anak – anak, mengumbar kekurangan pasangan di media sosial, cara – cara ini adalah konsep kita MENERIMA pasangan dengan segala kekurangannya. Menerima pasangan dengan tulus dan Ikhlas, semua kekurangan pasangan cukup kita yang mengetahui dan bersama – sama memperbaiki hubungan dengan benar, jika bersama – sama memiliki pengertian dan mau melakukan 3 konsep prinsip diatas yaitu memahami, menghormati, menghargai, maka dari semua ini kita dapat menjalani konsep prinsip yang keempat yaitu hubungan yang saling MENGHARGAI.

    “Ingin mengetahui ISI PIKIRAN pasangan kita dengarkan kata – katanya, ingin mengetahui ISI HATI pasangan kita, perhatikan Tindakan nya.”

    Cinta adalah kekuatan, lebih besar daripada segala hal lainnya. Cinta tidak menyakiti dan menilai, cinta dapat mengatasi perbedaan, kesalahan, dan kesulitan dalam hidup karena esensi dari cinta adalah berkorban. Meskipun hubungan atau situasi dapat mengalami kegagalan sementara, cinta sejati tidak akan pernah benar-benar gagal. Sebaliknya, cinta akan terus berusaha tumbuh dan bertahan – Unconditional love.
    Jika kita bicara unconditional love dibenak kita pasti ini bicara tentang pengorbanan, dimana kalau kita bicara keluarga pasti didalamnya penuh dengan pengorbanan, kita pasti sering yah melihat kontent tentang hubungan pernikahan yang seliweran di sosial media, sebut saja tik tok atau IG yang mengatakan “pernikahan itu 70% isinya adalah tentang ngobrol.” Tidak ada yang salah dari kalimat itu tapi ngobrol sehari – haripun butuh pengorbanan bukan, pengorbanan apa ? jawabannya adalah pengorbanan untuk menurunkan ego ! jadi pastinya pengorbananlah yang pertama harus kita perjuangkan.

    Dalam pernikahan pasti masing – masing mengemban tugas yang namanya “berkorban”, pasti kedua nya berkorban, keduanya bekerja atau yistri  dirumah mengurus rumah tangga dan suami bekerja diluar, tidak ada yang berkorban sendirian. Hanya kadang masing masing melihat sepertinya “saya berkorban dan kamu tidak”, padahal keduanya pasti berkorban, hanya ego yang tinggi yang bilang “”saya berkorban dan kamu tidak” 

    “Meminta maaf untuk membebaskan kita, bukan membebaskan orang lain, tidak mudah untuk yang belum terbiasa tapi bisa untuk yang mau mulai mencoba”

    Meminta maaf juga adalah sebuah pengorbanan, jika pasanganmu melakukan kesalahan maafkan, jika kita yang melakukan kesalahan mintalah maaf, saya tahu tidak mudah buat kamu yang belum terbiasa, tapi saya percaya pasti bisa untuk yang kamu yang mau berkorban untuk mencoba.

    Terimakasih sudah membaca dan tidak pernah ada kata terlambat untuk mencoba serta memperbaiki hubunganmu bersama pasangan.

    Setiap perempuan memiliki cerita untuk diceritakan, dan setiap cerita memiliki kekuatan untuk menginspirasi serta mengangkat orang lain. Saya percaya jika kamu membagikan pikiran positif atau cerita pendek tentangmu di kolom koment, kamu akan membantu banyak perempuan – perempuan di Indonesia, dan lihat bagaimana cerita singkatmu dapat mengubah perempuan dan dunia.

    Aku mencintaimu semua perempuan Indonesia